About

Pages

Senin, 30 Maret 2009

Belimbing Manis

blimbingmanis.jpg

BELIMBING MANIS

Famili : Oxalidaceae

Daerah : Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), Balireng (Bugis), Lembetua (Gorontalo)

Asing : Sweet starfruit

Sifat Kimiawi : Banyak kandungan antara lain protein, lemak, kalsium, phosphor, besi, Vit A, B dan C.

Efek Farmakologis : Buah - rasa asam, manis, netral, anti radang, peluruh liur, peluruh kemih. Bunga - rasa manis, anti malaria. Batang dan daun - rasa asam, kelat, netral, anti radang, peluruh kemih, menghilangkan panas. Akar - rasa asam, netral, kelat (astringent), analgesik (menghilangkan sakit), anti rematik.

Bagian tanaman yang digunakan : Buah, bunga, daun dan akar.
Cara budidaya : Menggunakan biji, cangkok atau okulasi

Resep tradisional:

1

Sakit lever : 12-15 gr akar kering dicuci ditambah air, direbus dan diminum.

2

Koreng : daun segar direbus, airnya hangat-hangat untuk mencuci bagian yang sakit.

3

Bisul : daun segar digiling halus, aduk dengan air cucian beras sehingga jadi bubur, tempelkan dan balut.

4

Malaria : 15-24 gram bunga kering seduh dengan air panas/mendidih diminum sehari 2x.

5

Kanker : 1/4 genggam daun belimbing, 1/2 lembar daun pepaya muda, 1/4 genggam daun cerme muda, 1/3 genggam daun bayam merah, 2 jari wortel, dicuci bersih tambah air matang 1.5 gelas digiling halus, disaring dan airnya ditambah 1 sendok madu lalu diminum.

6

Kencing batu : 3-5 buah belimbing direbus ditambah madu dan diminum.

7

Sakit pada sendi : 120 gr akar segar dicuci bersih, dipotong seperlunya dimasukan kedalam 600 cc arak, tutup rapat disimpan 7 hari dan minum sehari 1 sloki.

8

Darah tinggi : 2 buah yang masak atau masih hijau dimakan setelah makan pagi dan makan sore.

9

Influenza, sakit tenggorokan : 90-120 gr buah belimbing segar di juice, saring dan minum airnya.

10

Sakit kepala kronis : 30-45 grm akar segar dipotong kecil-kecil dicuci bersih, ambil 120 grm tahu, tambahkan air sampai terendam di tim dan dimakan sehari sekali.

11

Diabetes melitu dan kolesterol : buah yang masak atau masih hijau 2 biji segar, dimakan setelah makan pagi dan sore.





  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Belimbing Wuluh

    blimbingwuluh.jpg

    BELIMBING WULUH

    Nama latin: Averrhoa bilimbi L

    Nama daerah: Belimbing wuluh; Belimbing buloh; Belimbing asam; Calincing; Balimbeng

    Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang keras, tinggi mencapi 11 meter, daun bersirip genap. Batang tidak bercabang. Bunga berbentuk bintang, berwarna merah muda sampai ungu. Buah beruang 5, bergantung pada batang atau dahan. Buah berair dan berasa asam.

    Habitat: Tumbuh liar atau dibudidayakan di pekarangan yang cukup memperoleh sinar matahari.

    Bagian tanaman yang digunakan: Bunga ; Buah ; Daun

    Kandungan kimia: Kalium oksalat; Flavonoid; Pektin; Tanin; Asam galat; Asam ferulat

    Khasiat: Antipiretik; Ekspektoran

    Nama simplesia: Bilimbi Folium


    Resep tradisional:
    Batuk; Sakit tenggorokan; Sariawan:
    Bunga belimbing wuluh segar 1 genggam; Buah adas manis secukupnya; Air 1/4 cangkir; Gula batu secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore; tiap kali diminum 1 sampai 2 sendok makan
    Kencing manis: Daun belimbing wuluh segar 20 g; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 1/4 cangkir



  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Besaran

    besaran.jpg

    BESARAN

    Nama latin: Morus australis Poir

    Nama daerah: Kitau; Kerto; Babasaran; Bebesaran; Murbei; Lampaung; Mempaung

    Deskripsi tanaman: Tumbuhan ini merupakan perdu atau pohon yang tingginya 6-9 m. Daunnya berbentuk segitiga atau jantung, mudah luruh dari rantingnya. Buahnya bergugus, warnanya coklat tua kalau sudah masak. Daunnya digunakan untuk makanan ulat sutera

    Habitat: Tumbuh liar di hutan dan ditanam di halaman atau di kebun

    Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar ; Cabang ; Buah

    Kandungan kimia: Karoten; Adenin; Kolin; Amilase; Minyak lemak; Vitamin C; Vitamin A; Vitamin B1; Kalsium; Fosfor; Maklurin; Rutin; Morin; Ergosterol

    Khasiat: Antipiretik; Antitusif; Diuretik; Anti flogestik; Analgesik

    Nama simplesia: Mori australidis Folium

    Resep tradisional:
    Hepatitis; kurang darah dan tekanan darah tinggi:
    Buah besaran 7-10 g; Air matang secukupnya, Dibuat jus, Diminum sehari 1 kali; diulang selama 14 hari
    Radang persendiaan dan nyeri pinggang:

    Ranting dan daun besaran 10 g; Air 110 ml, Diseduh, Diminum sehari 1 kali pada pagi hari, 100 ml






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bluntas

    beluntas.jpg

    BLUNTAS

    Nama latin: Pluchea indica L.

    Nama daerah: Baluntas; Baruntas; Luntas; Lamutasa

    Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 1-2. Batang berkayu, bulat tegak, bercabang, batang muda berwarna ungu setelah tua berwarna putih kotor. Daun tunggal, bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berbulu halus, panjang 3-7 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau muda sampai hijau. Bunga majemuk berbentuk malai rata, mahkota lepas, warna putih kekuningan. Buah kecil, keras, berwarna coklat

    Habitat: Banyak dijumpai sebagai tanaman pagar yang dapat tumbuh baik sampai ketinggian 800 m dpl

    Bagian tanaman yang digunakan: Daun

    Kandungan kimia: Alkaloid; Minyak atsiri

    Khasiat: Diaforetik; Analgesik; Stomakik

    Nama simplesia: Plucheae indicae Folium


    Resep tradisional:
    Keputihan:
    Daun beluntas muda segar 20 helai; Akar tapak liman 1 pohon; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali di waktu pagi; 1/4 cangkir
    Nyeri persendiaan/Nyeri pinggang:
    Akar beluntas segar 5 g; Rimpang kencur segar 7 g; Rimpang temu lawak segar 6 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Air 120 ml, Dipipis, Diminum sehari 1 kali 100 ml
    Malaria:
    Daun beluntas segar 30 helai; Daun sirih segar 7 helai; Daun sembung segar 9 helai; Daun asam muda segar 2 genggam; Air 20 ltr , Dibuat infus, Uapkan ke tempat tidur yang digunakan ukub.






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bidara Upas

    bidara_upas.jpg

    BIDARA UPAS

    Nama latin: Merremia mammosa (Lour)Hall.F

    Nama daerah: Bidara upas; Widara upas; Blanar

    Deskripsi tanaman: Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat/membelit, daun berbentuk jantung, bunga lonjong berwarna putih, berumbi seperti ubi jalar. Banyak terdapat di hutan, kadang-kadang ditanam di pagar pekarangan.

    Habitat: Tumbuh liar di hutan-hutan atau ditanam didekat pagar

    Bagian tanaman yang digunakan: Umbi

    Kandungan kimia: Zat pait; Damar; Zat pati

    Khasiat: Laktagog; Antiinflamasi; Antipiretik

    Nama simplesia: Merremiae tubera

    Resep tradisional:
    Batuk, Radang tenggorakan, Suara parau:
    Umbi bidara upas segar 8 g; Rimpang kencur 6 g; Daun sirih 3 helai; Buah kapulaga 3 g; Air secukupnya, Dipipis, Beningan untuk berkumur kemudian diminum 2 kali sehari; pagi dan sore
    Difteri:
    Umbi segar bidara upas 8 g; Air matang sampai 1/4 cangkir, Umbi bidara upas diparut; kemudian diperas dengan kain saringan, Beningan digunakan untuk berkumur kemudian diminum; 2 kali sehari; tiap kali untuk orang dewasa; 2-3 sendok makan; untuk anak-anak 1 sendok makan; bila perlu dapat diencerkan dengan air matang






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bratawali

    brotowali.jpg

    BRATAWALI

    Nama latin: Tinospora tuberculata Beumee

    Nama daerah: Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel

    Deskripsi tanaman: Perdu memanjat. Batang sebesar jari manis, dengan banyak mata dan kutil, tidak beraturan, pahit, tidak keras dan berair. Daun berbentuk jantung atau panah dengan tangkai panjang dan besar. Bunga berwarna hijau muda, tiga seuntai dalam lembaga dan tidak sempurna. Buah terdapat dalam tandan berwarna merah muda

    Habitat: Tumbuh liar di hutan dan di ladang

    Bagian tanaman yang digunakan: Batang ; Daun

    Kandungan kimia: Pikoretine; Alkaloida; Berberin; Columbine

    Khasiat: Antipiretikum; Tonikum; Antiperiodikum; Diuretikum; Antidiabetik

    Nama simplesia: Tinosporae Caulis

    Resep tradisional:
    Demam:
    Batang bratawali 3 g; Daun sembung 6 g; Daun kumis kucing 4 g; Rimpang lengkuas 4 g; Air 110 ml, Dipis, direbus atau pil, Diminum 1 kali sehari sebanyak 50 ml.
    Rematik
    Batang bratawali 2 g; Rimpang kencur 7 g; Biji sledri 2 g; Daun jambu monyet muda 5 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml, apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
    Gatal-gatal:
    Batang bratawali secukupnya; Air 1 periuk, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Digunakan untuk merendam diri, terutama pada bagian yang gatal.






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bunga Pagoda

    bungapagoda.jpg

    BUNGA PAGODA

    Nama latin: Clerodendrum japonicum (Thunb)

    Nama daerah: Senggugu; Tumbak raja

    Deskripsi tanaman: Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

    Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan

    Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Daun

    Kandungan kimia: Alkoloid; Garam Kalium; Zat Samak

    Khasiat: Antiradang; Diuretik; Sedatif; Hemostatis

    Nama simplesia: Clerodendri Radix

    Resep tradisional:
    Bisul daan Koreng:
    Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore
    Wasir berdarah:
    Akar bunga pagoda 25 g; Air 110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bunga Pukul Empat

    pukulempat.jpg

    BUNGA PUKUL EMPAT

    Nama latin: Mirabilis jalapa L

    Nama daerah: Kembang pagi sore; Bunga tete apa; Lorelaka; Bodoko sina; Turaga; Bele de nuit

    Deskripsi tanaman: Terna, tumbuh tegak, tinggi sampai 50 cm, bunga berwarna merah, putih atau kuning, mekar pada sore hari dan menutup pada pagi hari

    Habitat: Tumbuh di pekarangan sebagai tanaman hias, dengan cukup sinar matahari pada dataran rendah sampai 1200 m dpl

    Bagian tanaman yang digunakan: Akar

    Kandungan kimia: Alkaloid trigonelia

    Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik

    Nama simplesia: Mirabilidis radix

    Resep tradisional:
    Radang amandel, Radang prostat:
    Akar bunga pukul empat segar 10 g; Air secukupnya, Dibuat jus atau dipipis, Dikompreskan pada bagian yang sakit






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bungur

    bungur.jpg

    BUNGUR

    Nama latin: Lagerstromeia speciosa Pers

    Nama daerah: Bhungor; Wungur; Ketangi; Laban; Wungu

    Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 45 m, umumnya antara 25-30 meter, bercabang-cabang. Batang berwarna cokelat pucat sampai merah cokelat. Perbungaan berupa malai, berwarna ungu.

    Habitat: Tumbuh di tanah gersang dan subur pada hutan atau tanaman pelindung tepi jalan pada dataran 1-900 m dpl.

    Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu

    Kandungan kimia: Tanin; Alkaloid; Saponin; Terpena; Glukosa

    Khasiat: Antidiare; Diuretik; Antidiabetik

    Nama simplesia: Lagerstroemiae speciosae Cortex, Lagerstroemiae speciosae Folium


    Resep tradisional:
    Kencing manis:
    Daun bungur segar 8 g; Biji kacang hijau 9 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • bambu tali

    bambu tali by Marwah Daud.

    BAMBU TALI

    (asparagua cochinchinenesis (Lour.) Merr.)

    Famili : Liliaceae

    Daerah : Asparagus,

    Asing : Christisdoorn

    Sifat Kimiawi : Saponin, aglycone, protosarsapogenin, asaparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy-methylfurfural, beta-sitosterol.

    Efek Farmakologis : Dalam pengobatan Cina dan tradisional lainnya disebutkan tanaman ini mempunyai sifat - Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal, menyuburkan Yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.

    Bagian tanaman yang digunakan : Umbi yang dikeringkan

    Cara budidaya :
    Menggunakan Umbi atau biji, pemeliharaan mudah cukup dengan menjaga kelembaban tanah serta pupuk dasar dan cukup sinar matahari. Sebagai tanaman obat maka tanaman ini tidak boleh disemprot dengan pestisida.

    Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

    1

    TBC Paru dan Batuk Darah serta sakit kerongkongan : Umbi kering 6-12 gr direbus 1.5 gls air menjadi 1 gls, diminum hangat 2x sehari.





  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)

    Siapa sangka tanaman liar yang tak terawat justru mempunyai manfaat yang luar biasa. Apa sih yang gak berguna di dunia ini???

    Bunga ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Malahan, tak tersadari mungkin kita pernah menginjak-injak atau membuang bunga ini begitu saja. Tanaman ini disebut "bunga Kitolod", orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan "bunga kintolo". Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati (tapi bukan bunga melati).

    Tanaman Kitolod ini ternyata berkasiat menyembuhkan sakit mata sejenis katarak, tumor mata, dan mata minus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu alternatif alamiah yang berasal dari negeri Cina. Memang jarang orang yang mengetahuinya. Dan beruntunglah saya telah mengetahuinya....hehehheee...*alhamdulilah*

    Awalnya saya mengetauinya dari rekan saya (Firman), yang telah difonis terdapat tumor jinak di matanya dan diharuskan untuk operasi. *ngeri bo'...* Tapi rekan saya memilih untuk pengobatan alternatif dan disuruhlah mencari tanaman kitolod ini. Dengan perawatan yang rutin setiap pagi hari, maka bintil yang ada di matanya mulai menggeser dan mengecil.

    Ada juga responden *telah mencoba* yang bertahun-tahun mempunyai minus (-), sehingga harus berkaca mata tebal dan telah berobat kesana kemari, sampai semakin tebal kaca matanya, akhirnya memutuskan untuk mencoba ramuan tanaman kitolod, dan alhamdulilah bisa sembuh total. Malahan sekarang kalo memakai kaca mata bikin pusing.

    Tanaman Kitolod ini juga bisa dipakai untuk perawatan mata loh...."istilahnya pencucian bola mata" kale ya......jadi bukan hanya baju aja yang dicuci......mata juga perlu biar kinclong......hihiiii.... Jadi gak perlu nunggu sakit mata dulu. Bagi yang tidak bermasalah dengan mata, bisa juga pakek kok. apalagi yang suka didepan kompi tuh.....pasti sering kena radiasi layar kompi kan.....???

    Setelah saya mencoba sendiri ramuan ini, barulah saya berani berbagi info ini pada pemirsa. Cara meraciknya gampang banget. Ups.....mulai dari mencabut bunganya, pilih bunga yang masih segar (lebih baik pagi hari). Cabut bunganya sampai pangkal akarnya. (jangan cuman diambil bunganya aja). seperti gambar disamping ini neh....... Di dalam tangkainya ini terdapat getahnya. Ada juga yang menggunakan secara langsung meneteskan getahnya ke mata. Dibuka ujung pangkal tangkainya, lalu langsung diteteskan getah itu pada mata.......

    Kalo saya pakek cara yang diracik aja deh.....Yang pengen ngikut, simak baik-baik ya............
    Jadi sebelum diracik, bunga kitolod dicelupkan ke air bersih dulu....

    Peralatan yang harus disiapkan, mangkok/gelas, sendok makan, dan cepuk mata. Eeeiiitttt..., jangan lupa cuci tangan dulu sebelum meracik dan peralatannya pun harus bersih juga ya....
    Cepuk mata ini bisa di beli di Apotek seharga @Rp500,-



    Masukan bunga Kitolod (3biji bunga kitolod untuk 2 pasang bola mata) tersebut dalam mangkok/gelas, lembutkan/haluskan bunga kitolod dengan sendok makan, lalu siram dengan air hangat yang telah mendidih (kira-kira 6 sendok makan). Diamkan sampai dingin.

    Saring atau pisahkan ampasnya, lalu ambil air racikan tersebut dan masukan kedalam cepuk mata. Masukkan mata kedalam cepuk, dengan mengdip-ngedipkan mata. Tahan sampai 3 menit lalu angkat. Ulangi sampai 3x (masing-masing mata sama).

    Perlu diperhatikan, celupan pertama pada mata rasanya daaassyyyaaaaaaaattt.......!!!!
    hehehhe...perih banget! Siapkan tisu disamping anda, untuk mengusap ingus yang keluar nantinya. (kayak orang menangis)

    Setelah selsai celupan mata yang ke tiga kali-nya (masing-masing mata). Segeralah mengaca. Jangan KAGET jika mata anda merah sekali dan terlihat akar matanya. (akan hilang dalam 10 menit saja). Rasakan setelah itu, penglihatan anda tampak cerah dan bening.

    NB: Semakin pedih saat mencuci mata, berarti mata anda terdapat banyak bakteri. Yang mempunyai masalah dengan mata, lakukanlah rutin setiap hari. *InsyaALLAH* sembuh. Kalau hanya untuk perawatan saja, lalukanlah 3 hari sekali / 1 minggu sekali atau terserah anda lah......

    *Ingat, kesembuhan hanyalah milik Allah SWT semata, kita hanya bisa berusaha*

    Anda tidak perlu ragu mencobanya, buku ini juga memperjelas tentang kasiat "Tanaman Kitolod" terhadap mata.

    Ayo.....buruan mencoba......Jangan sampai salah jenis bunganya loh......






  • PERIHAL LAIN
  • Adas

    adas.jpg

    ADAS
    Nama latin: Foeniculum vulgare Mill
    Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas; Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu
    Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip, berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada waktu muda dan keabu-abuan setelah tua.
    Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 - 1.300 dpl.
    Bagian tanaman yang digunakan: Buah
    Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol

    Khasiat:
    Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba


    Resep tradisiona
    l:
    Sembelit:
    Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir

    Batuk:
    Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur

    Sakit perut:
    Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2 jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali.




  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  •  

    Blogger news

    Blogroll

    About