About

Pages

Senin, 30 Maret 2009

Bidara Upas

bidara_upas.jpg

BIDARA UPAS

Nama latin: Merremia mammosa (Lour)Hall.F

Nama daerah: Bidara upas; Widara upas; Blanar

Deskripsi tanaman: Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat/membelit, daun berbentuk jantung, bunga lonjong berwarna putih, berumbi seperti ubi jalar. Banyak terdapat di hutan, kadang-kadang ditanam di pagar pekarangan.

Habitat: Tumbuh liar di hutan-hutan atau ditanam didekat pagar

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi

Kandungan kimia: Zat pait; Damar; Zat pati

Khasiat: Laktagog; Antiinflamasi; Antipiretik

Nama simplesia: Merremiae tubera

Resep tradisional:
Batuk, Radang tenggorakan, Suara parau:
Umbi bidara upas segar 8 g; Rimpang kencur 6 g; Daun sirih 3 helai; Buah kapulaga 3 g; Air secukupnya, Dipipis, Beningan untuk berkumur kemudian diminum 2 kali sehari; pagi dan sore
Difteri:
Umbi segar bidara upas 8 g; Air matang sampai 1/4 cangkir, Umbi bidara upas diparut; kemudian diperas dengan kain saringan, Beningan digunakan untuk berkumur kemudian diminum; 2 kali sehari; tiap kali untuk orang dewasa; 2-3 sendok makan; untuk anak-anak 1 sendok makan; bila perlu dapat diencerkan dengan air matang






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bratawali

    brotowali.jpg

    BRATAWALI

    Nama latin: Tinospora tuberculata Beumee

    Nama daerah: Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel

    Deskripsi tanaman: Perdu memanjat. Batang sebesar jari manis, dengan banyak mata dan kutil, tidak beraturan, pahit, tidak keras dan berair. Daun berbentuk jantung atau panah dengan tangkai panjang dan besar. Bunga berwarna hijau muda, tiga seuntai dalam lembaga dan tidak sempurna. Buah terdapat dalam tandan berwarna merah muda

    Habitat: Tumbuh liar di hutan dan di ladang

    Bagian tanaman yang digunakan: Batang ; Daun

    Kandungan kimia: Pikoretine; Alkaloida; Berberin; Columbine

    Khasiat: Antipiretikum; Tonikum; Antiperiodikum; Diuretikum; Antidiabetik

    Nama simplesia: Tinosporae Caulis

    Resep tradisional:
    Demam:
    Batang bratawali 3 g; Daun sembung 6 g; Daun kumis kucing 4 g; Rimpang lengkuas 4 g; Air 110 ml, Dipis, direbus atau pil, Diminum 1 kali sehari sebanyak 50 ml.
    Rematik
    Batang bratawali 2 g; Rimpang kencur 7 g; Biji sledri 2 g; Daun jambu monyet muda 5 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml, apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
    Gatal-gatal:
    Batang bratawali secukupnya; Air 1 periuk, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Digunakan untuk merendam diri, terutama pada bagian yang gatal.






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bunga Pagoda

    bungapagoda.jpg

    BUNGA PAGODA

    Nama latin: Clerodendrum japonicum (Thunb)

    Nama daerah: Senggugu; Tumbak raja

    Deskripsi tanaman: Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

    Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan

    Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Daun

    Kandungan kimia: Alkoloid; Garam Kalium; Zat Samak

    Khasiat: Antiradang; Diuretik; Sedatif; Hemostatis

    Nama simplesia: Clerodendri Radix

    Resep tradisional:
    Bisul daan Koreng:
    Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore
    Wasir berdarah:
    Akar bunga pagoda 25 g; Air 110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bunga Pukul Empat

    pukulempat.jpg

    BUNGA PUKUL EMPAT

    Nama latin: Mirabilis jalapa L

    Nama daerah: Kembang pagi sore; Bunga tete apa; Lorelaka; Bodoko sina; Turaga; Bele de nuit

    Deskripsi tanaman: Terna, tumbuh tegak, tinggi sampai 50 cm, bunga berwarna merah, putih atau kuning, mekar pada sore hari dan menutup pada pagi hari

    Habitat: Tumbuh di pekarangan sebagai tanaman hias, dengan cukup sinar matahari pada dataran rendah sampai 1200 m dpl

    Bagian tanaman yang digunakan: Akar

    Kandungan kimia: Alkaloid trigonelia

    Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik

    Nama simplesia: Mirabilidis radix

    Resep tradisional:
    Radang amandel, Radang prostat:
    Akar bunga pukul empat segar 10 g; Air secukupnya, Dibuat jus atau dipipis, Dikompreskan pada bagian yang sakit






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bungur

    bungur.jpg

    BUNGUR

    Nama latin: Lagerstromeia speciosa Pers

    Nama daerah: Bhungor; Wungur; Ketangi; Laban; Wungu

    Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 45 m, umumnya antara 25-30 meter, bercabang-cabang. Batang berwarna cokelat pucat sampai merah cokelat. Perbungaan berupa malai, berwarna ungu.

    Habitat: Tumbuh di tanah gersang dan subur pada hutan atau tanaman pelindung tepi jalan pada dataran 1-900 m dpl.

    Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu

    Kandungan kimia: Tanin; Alkaloid; Saponin; Terpena; Glukosa

    Khasiat: Antidiare; Diuretik; Antidiabetik

    Nama simplesia: Lagerstroemiae speciosae Cortex, Lagerstroemiae speciosae Folium


    Resep tradisional:
    Kencing manis:
    Daun bungur segar 8 g; Biji kacang hijau 9 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.






  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • bambu tali

    bambu tali by Marwah Daud.

    BAMBU TALI

    (asparagua cochinchinenesis (Lour.) Merr.)

    Famili : Liliaceae

    Daerah : Asparagus,

    Asing : Christisdoorn

    Sifat Kimiawi : Saponin, aglycone, protosarsapogenin, asaparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy-methylfurfural, beta-sitosterol.

    Efek Farmakologis : Dalam pengobatan Cina dan tradisional lainnya disebutkan tanaman ini mempunyai sifat - Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal, menyuburkan Yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.

    Bagian tanaman yang digunakan : Umbi yang dikeringkan

    Cara budidaya :
    Menggunakan Umbi atau biji, pemeliharaan mudah cukup dengan menjaga kelembaban tanah serta pupuk dasar dan cukup sinar matahari. Sebagai tanaman obat maka tanaman ini tidak boleh disemprot dengan pestisida.

    Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

    1

    TBC Paru dan Batuk Darah serta sakit kerongkongan : Umbi kering 6-12 gr direbus 1.5 gls air menjadi 1 gls, diminum hangat 2x sehari.





  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)
  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Manfaat 'Tanaman Kitolod' (Pengobatan Mata)

    Siapa sangka tanaman liar yang tak terawat justru mempunyai manfaat yang luar biasa. Apa sih yang gak berguna di dunia ini???

    Bunga ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Malahan, tak tersadari mungkin kita pernah menginjak-injak atau membuang bunga ini begitu saja. Tanaman ini disebut "bunga Kitolod", orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan "bunga kintolo". Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati (tapi bukan bunga melati).

    Tanaman Kitolod ini ternyata berkasiat menyembuhkan sakit mata sejenis katarak, tumor mata, dan mata minus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu alternatif alamiah yang berasal dari negeri Cina. Memang jarang orang yang mengetahuinya. Dan beruntunglah saya telah mengetahuinya....hehehheee...*alhamdulilah*

    Awalnya saya mengetauinya dari rekan saya (Firman), yang telah difonis terdapat tumor jinak di matanya dan diharuskan untuk operasi. *ngeri bo'...* Tapi rekan saya memilih untuk pengobatan alternatif dan disuruhlah mencari tanaman kitolod ini. Dengan perawatan yang rutin setiap pagi hari, maka bintil yang ada di matanya mulai menggeser dan mengecil.

    Ada juga responden *telah mencoba* yang bertahun-tahun mempunyai minus (-), sehingga harus berkaca mata tebal dan telah berobat kesana kemari, sampai semakin tebal kaca matanya, akhirnya memutuskan untuk mencoba ramuan tanaman kitolod, dan alhamdulilah bisa sembuh total. Malahan sekarang kalo memakai kaca mata bikin pusing.

    Tanaman Kitolod ini juga bisa dipakai untuk perawatan mata loh...."istilahnya pencucian bola mata" kale ya......jadi bukan hanya baju aja yang dicuci......mata juga perlu biar kinclong......hihiiii.... Jadi gak perlu nunggu sakit mata dulu. Bagi yang tidak bermasalah dengan mata, bisa juga pakek kok. apalagi yang suka didepan kompi tuh.....pasti sering kena radiasi layar kompi kan.....???

    Setelah saya mencoba sendiri ramuan ini, barulah saya berani berbagi info ini pada pemirsa. Cara meraciknya gampang banget. Ups.....mulai dari mencabut bunganya, pilih bunga yang masih segar (lebih baik pagi hari). Cabut bunganya sampai pangkal akarnya. (jangan cuman diambil bunganya aja). seperti gambar disamping ini neh....... Di dalam tangkainya ini terdapat getahnya. Ada juga yang menggunakan secara langsung meneteskan getahnya ke mata. Dibuka ujung pangkal tangkainya, lalu langsung diteteskan getah itu pada mata.......

    Kalo saya pakek cara yang diracik aja deh.....Yang pengen ngikut, simak baik-baik ya............
    Jadi sebelum diracik, bunga kitolod dicelupkan ke air bersih dulu....

    Peralatan yang harus disiapkan, mangkok/gelas, sendok makan, dan cepuk mata. Eeeiiitttt..., jangan lupa cuci tangan dulu sebelum meracik dan peralatannya pun harus bersih juga ya....
    Cepuk mata ini bisa di beli di Apotek seharga @Rp500,-



    Masukan bunga Kitolod (3biji bunga kitolod untuk 2 pasang bola mata) tersebut dalam mangkok/gelas, lembutkan/haluskan bunga kitolod dengan sendok makan, lalu siram dengan air hangat yang telah mendidih (kira-kira 6 sendok makan). Diamkan sampai dingin.

    Saring atau pisahkan ampasnya, lalu ambil air racikan tersebut dan masukan kedalam cepuk mata. Masukkan mata kedalam cepuk, dengan mengdip-ngedipkan mata. Tahan sampai 3 menit lalu angkat. Ulangi sampai 3x (masing-masing mata sama).

    Perlu diperhatikan, celupan pertama pada mata rasanya daaassyyyaaaaaaaattt.......!!!!
    hehehhe...perih banget! Siapkan tisu disamping anda, untuk mengusap ingus yang keluar nantinya. (kayak orang menangis)

    Setelah selsai celupan mata yang ke tiga kali-nya (masing-masing mata). Segeralah mengaca. Jangan KAGET jika mata anda merah sekali dan terlihat akar matanya. (akan hilang dalam 10 menit saja). Rasakan setelah itu, penglihatan anda tampak cerah dan bening.

    NB: Semakin pedih saat mencuci mata, berarti mata anda terdapat banyak bakteri. Yang mempunyai masalah dengan mata, lakukanlah rutin setiap hari. *InsyaALLAH* sembuh. Kalau hanya untuk perawatan saja, lalukanlah 3 hari sekali / 1 minggu sekali atau terserah anda lah......

    *Ingat, kesembuhan hanyalah milik Allah SWT semata, kita hanya bisa berusaha*

    Anda tidak perlu ragu mencobanya, buku ini juga memperjelas tentang kasiat "Tanaman Kitolod" terhadap mata.

    Ayo.....buruan mencoba......Jangan sampai salah jenis bunganya loh......






  • PERIHAL LAIN
  • Adas

    adas.jpg

    ADAS
    Nama latin: Foeniculum vulgare Mill
    Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas; Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu
    Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip, berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada waktu muda dan keabu-abuan setelah tua.
    Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 - 1.300 dpl.
    Bagian tanaman yang digunakan: Buah
    Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol

    Khasiat:
    Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba


    Resep tradisiona
    l:
    Sembelit:
    Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir

    Batuk:
    Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur

    Sakit perut:
    Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2 jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali.




  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Alang-alang

    alang-alang.jpg

    ALANG ALANG
    (Imperata cylindrica(L) Beauv.var.mayor(Nees) C.E.Hubb)

    Famili : Gramineae atau Poaceae

    Alang-alang (Imperata cylindrical (L.) Beauv.var.mayor ), Perawakan: herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut jarang. Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm. Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. Palea (sekam); 0,75-2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam. Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1 mm lebih. Waktu berbunga : Januari - Desember. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai; ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di perladangan; taman dan perkebunan. Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan: berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. Alang-alang dapat menyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang

    Bagian yang digunakan untuk obat medis adalah akarnya. Kenyataannya, akarnya dapat digunakan untuk menurunkan temperatur, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing nanah), hepatitis, infeksi ginjal. Penelitian menemukan bahwa alang-alang mengandung mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol.

    NAMA DAERAH: Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). NAMA ASING: Cogon grass, satintail (En). Paillotte (Fr). Malaysia: lalang, alang-alang. Papua New Guinea: kunai (Pidgin), kurukuru (Barakau, Central Province). Philippines: kogon (Tagalog), gogon (Bikol), bulum (Ifugao). Burma (Myanmar): kyet-mei. Cambodia: sbö’:w. Laos: hnha:z kh’a:. Thailand: ya-kha, laa laeng, koe hee (Karen, Mae Hong Son). Vietnam: c [or] tranh. NAMA SIMPLISIA Imperatae Rhizoma; rimpang alang-alang

    Efek Farmakologis : Rasa manis dan sifat sejuk, anti piretik (penurunan panas), diuretik (peluruh kemih), hemostatik (menghentikan perdarahan), masuk median paru-paru, lambung dan usus kecil.

    Komposisi :
    Akar: metabolit yang telah ditemukan pada akar alang-alang terdiri dari arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin. Dari hasil penelitian lain terhadap akar dan daun ditemukan 5 macam turunan flavonoid yaitu turunan 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol. Suatu turunan flavonoid yang kemungkinan termasuk golongan flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon atau isoflavon terdapat pada fraksi ekstrak yang larut dalam etilasetat akar alang-alang. Pada fraksi ekstrak yang larut dalam air akar alang-alang ditemukan golongan senyawa flavon tanpa gugus OH bebas, flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon, atau isoflavon.

    Bagian tanaman yang digunakan : Akar, rimpang (daun) dan bunga. dapat digunakan yang segar atau yang dikeringkan.

    Cara budidaya :
    Perbanyakan dengan rimpang atau akar tinggal. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan terdapat dimana-mana disekitar kita.
    Merupakan tumbuhan liar dan menjurus sebagai gulma. Tumbuh liar di pinggir jalan, di ladang dan di hutan. Tumbuhan ini termasuk terna menahun, tinggi dapat mencapai 180 cm. Batang padat, buku berambut jarang. Daun berbentuk pita, berwarna hijau, permukaan daun kasar. Perbungaan berupa bulir, warna putih, bunga yang terletak di bagian atas adalah bunga sempurna dan yang terletak di bawah adalah bunga mandul. Bunga mudah diterbangkan oleh angin.

    Rimpang: pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai pakan hewan,bahan kertas,dan untuk pengobatan kurap. EFEK BIOLOGI dan FARMAKOLOGI Infusa rimpang alang-alang berefek sebagai diuretika, atas dasar peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl) urin tikus putih jantan. Pemberian infusa akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kgBB berefek antipiretik pada marmot. Infusa bunga alang-alang pada konsentrasi 10% dengan dosis 12 ml/ kgBB berefek antipiretik yang relatif sama dengan suspensi parasetamol 10% pada merpati. Uji Klinik: Dekokta akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Dekokta herba 250 g dalam bentuk tunggal maupun dikombinasikan dengan rimpang dan daun Nelumbo nucifera dan daun Agrimonia pilosa dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. Di samping itu dilaporkan juga bahwa dekokta akar alang-alang dapat efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus; biasanya digunakan bersama-sama dengan Plantago asiatica, Glechoma longituba dan tunas Artemisia capillaris. Toksisitas: Pada pemakaian sesuai aturan, praktis tidak toksik. Efek yang tidak dfinginkan: Pusing, mual, adanya peningkatan rasa ingin buang air besar, kadang-kadang terjadi pada penggunaan klinik. Teknologi Farmasi: Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang relatif cukup baik dalam pembuatan tablet secara cetak langsung.

    Resep tradisional:

    Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Sedikit

    Bila menderita infeksi pada saluran kemih, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.
    Ramuan:
    Rimpang Alang-alang 6 gram
    Rimpang Kunci pepet 5 gram
    Daun Kumis kucing 4 gram
    Air 115 ml

    Cara pembuatan:
    Diseduh, dibuat infus atau pil.

    Cara pernakaian:
    Diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.
    Untuk yang berbentuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 14 hari.

    Mimisan, Kencing Darah, dan Muntah Darah.
    Bila menderita kencing darah atau muntah darah, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.

    Ramuan:
    Rimpang Alang-alang 6 gram
    Daun sendok segar 6 gram
    Daun Andong segar 2 helai
    Air 110 ml

    Cara pembuatan:
    Diseduh, dipipis, dibuat infus atau pil.

    Cara pemakaian:
    Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. (untuk infus). Untuk pipisan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir. Untuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

    Lama pengobatan:
    Diulang sampai sembuh.






  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Andong

    andongmerah.jpg

    ANDONG

    Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval

    Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi

    Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor

    Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl

    Bagian tanaman yang digunakan: Daun

    Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida

    Khasiat:
    Hemostatik
    Antibengkak

    Nama simplesia: Cordylinae Folium

    Resep tradisional:
    Batuk darah dan Haid terlalu banyak:

    Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir






  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Anting Anting

    anting-anting.jpg

    ANTING ANTING

    (Acalypha australis L.)

    Famili : Euphorceae
    Nama daerah : Anting-anting.
    Inggris :
    Cina : Tie Xian

    Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris.

    Efek Farmakologis : Anti biotik, anti radang, peluruh seni, Astringent menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk.

    Bagian tanaman yang digunakan : seluruh tanaman segar atau kering.

    Cara budidaya :
    Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung.

    Resep tradisional:

    1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
    2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
    3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
    4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
    5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
    6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
    7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.





  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  • Alpokat

    alpokat1.jpg

    Nama latin: Persea gratissima Gaerin

    Nama daerah: Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket

    Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang

    Habitat: Tumbuh pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl

    Bagian tanaman yang digunakan: Daun

    Kandungan kimia: Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E

    Khasiat: Diuretik ; Anti bakteri

    Nama simplesia: Perseae Folium

    Resep tradisional:
    Batu ginjal
    Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
    Sakit perut dan Disentri
    Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml




  • Adas
  • Alang-alang
  • Andong
  • Anting Anting
  • Alpokat
  • Asam
  • Awar Awar
  • Bakung
  • Bangle
  • Bawang Merah
  • Baru China
  • Bawang Putih
  • Bayam
  • Bayam Duri
  • Bayam Merah
  • Belimbing Manis
  • Belimbing Wuluh
  • Bluntas
  • Besaran
  • Bidara Upas
  • Bratawali
  • Bunga Pagoda
  • Bunga Pukul Empat
  • Bungur
  • bambu tali
  •  

    Blogger news

    Blogroll

    About