About

Pages

Selasa, 07 Juli 2009

Daun Kaki Kuda

DAUN KAKI KUDA / Pegagan

Nama latin: Centella asiatica Urb

Nama daerah: Pegagan; Gagain; Pegaga; Penggaga; Ganggagan; Bagigan; Kerok; Calingan.

Deskripsi tanaman: Tanaman penutup tanah, termasuk tumbuhan herba dengan batang horizontal, setiap ruas keluar akar dan menjalar ditanah. Daun berbentuk ginjal, bergerigi, dan pada pangkal berbentuk pelepah. Bentuk bunga panjang berkelopak 2-3, berhadapan dengan daun. Perbanyakan dengan tunas akar.

Habitat: Tumbuh liar ditanah yang agak lembab di daerah dengan ketinggian 1-2500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Glikosida asitikosida; Velarin; Alkolisulfat; Damar; Tanin.

Khasiat: Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Infeksi

Nama simplesia: Centellae Herba


Resep tradisional:
Sakit maag dan Perut kembung:
Pegagan 5 g; Pupus pepaya 1 g; Adas 7 g; Jinten 3 g; Kencur (diparut)5 g; Sembung legi 5 g; Daun pooh 6 g; Pulosari 5 g; Ketumbar 2 g; Falerian 10 g; Air 500 ml, Semua bahan direbus, Diminum untuk 1 hari.
Demam dan Menambah nafsu makan:
Herba pegagan 5 g; Air secukupnya, Diseduh, Diminum sebagai pengganti air teh.
Asma dan Batuk:
Herba pegagan segar 2 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; selama 14 hari.
Sariawan usus dan Disentri:
Herba pegagan segar 2 genggam; Rimpang kunyit segar 1 jari; Rasuk angin (serbuk)1 sendok teh; Ketumbar 9 butir; Air 110 ml, Ditumbuk; Tambahkan air; Disaring; Dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 7 hari.
Wasir:
Herba pegagan segar 2 genggam; Daun wungu 7 helai; air 110 ml, Ditumbuk; tambahkan air; disaring dan dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 30 hari.



DAUN SALAM

(Syzygium polyathum (weight.) Walp. )

Famili : Myrtaceae

Daerah : meselangan, ubar serai, gowok, manting atau kastolam.

Asing :

Sifat Kimiawi : Minyak Atsiri (0.05%) yang mengandung sitral, eugenol, Tanin dan flavonida.

Efek Farmakologis : Daun – rasa kelat dan wangi, Astringent, memperbaiki sirkulasi.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun, kulit batang, buah dan akar.

Uraian tanaman :
Pohon salam tumbuh liar di hutan, di daerah pegunungan maupun ditanam di halaman rumah sebagai tanaman bumbu. Tumbuhan berbatang besar dan tinggi ini, tingginya bisa mencapai 25 m. Daunnya yang rimbun, berbentuk lonjong / bulat telur, berujung runcing bila diremas mengeluarkan bau harum. Bunganya putih dan harum. Buahnya keciI-kecil sebesar buni dan rasanya sedikit sepat. Ketika masih muda buahnya berwarna hijau, kemudian kalau sudah tua berwarna merah kehitaman.


Cara budidaya : Dengan biji atau stump.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. Diare : Daun 15 gr dicuci, direbus dengan 1 gls air selama 15 mnt, tambah sedikit garam, saring lalu diminum sekaligus. Bisa juga kulit batang dipotong lalu diminum seperti teh.
2. Kencing Manis : Daun 7 lbr dicuci bersih, direbus dengan 3 gls sampai menjadi 1 gls, disaring dan diminum untuk 2x.
3. Maag : Daun 15-20 lbr, cuci dan rebus dengan 0.5 ltr air sampai mendidih, tambahkan gula merah secukupnya dan minum sebagai teh.
4. Mabuk alkohol : Satu genggam buah salam masak dicuci bersih, ditumbuk sampai halus, peras dan saring lalu minum.
5. Kudis, gatal : Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai manjadi adonan seperti bubur, balurkan ketempat yang sakit.





Daun Sendok

daunsendok.jpg

DAUN SENDOK

Nama latin: Plantago major L.

Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan; Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat

Deskripsi tanaman: Tumbuhan terna tahunan, berkembang secara luar biasa dengan rimpang tegak, tinggi tanaman 60-80 cm.

Habitat: Tumbuh di tanah yang disinari matahari atau agak teduh, dipinggir-pinggir jalan berumput dan di lapangan rumput, di hutan atau tempat terbuka.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

Kandungan kimia: Lendir; Asam D-galakturonat; Pluntagon; ankobin(glikosid); Nivertin; Emulsin(enzim); Vitamin C; Alkaloida; Tanin; Minyak lemak

Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Antipiretik; Ekspektoran

Nama simplesia: Plantaginis majoris herba


Resep tradisional:
Bisul:
Seluruh tanaman daun sendok 3 tanaman; air 2 gelas, Campuran direbus sampai diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 1 kali 1 gelas.
Kudis:
Daun sendok segar 7 lembar; Daun sambiloto segar 7 lembar; air 2 gelas, Campuran direbus hingga diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 2 kali; 1 gelas.
Batu ginjal:
Herba daun sendok segar 7 g; Akar alang-alang 7 g; Daun keji beling segar 2 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Herba meniran segar 2 g; Air 130 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dibuat pipisan; diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.
Hepatitis dan Radang usus:
Herba daun sendok segar 1 genggam; Rimpang temu lawak segar 7 keping; Air secukupnya, Rimpang temu lawak segar disangrai; kemudian dipipis bersama herba daun sendok, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari sampai 14 hari.
Rematik:
Herba daun sendok segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit; diperbaharui setiap 3 jam sekali.
Wasir:
Herba daun sendok segar 1 genggam; Daun wungu segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 14 hari.



Daun Seribu

daunseribu.jpg

DAUN SERIBU

Nama latin: Achillea millefolium

Nama daerah: Godong sewu; Daun hidung berdarah; Gandana; Momadra

Deskripsi tanaman: Herba (Rumput – rumputan)tinggi 15-50 cm. Daun bercangap menyirip, pada masa vegetatif, daun tumbuh membentuk roset, karena batang belum muncul di atas tanah, lebar anak daun hanya 2 mm. Bunga pada tandannya membentuk payung berwarna kemerahan atau putih, tabungnya berwarna kuning, pada saat berbunga tangkainya tumbuh cepat sehingga tampak ruasnya memanjang. Buahnya kecil-kecil dan kulit tidak pecah.

Habitat: Tumbuh baik pada ketinggian tempat 900-1500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Akhileina; Stakhidrina; Kholina; Polina; Apigenin; Inulin; Flavon; Glikosida benzaldehidsianhidrin; Zat samak; Asparagin; Minyak lemak.

Khasiat: Diaforetik; Antipiretik; Diuretik; Hipotensif; Antiseptik.

Nama simplesia: Achilleae millefolli Herba


Resep tradisional:
Gangguan syaraf:
Daun seribu kering 30 g; Air 2 gelas, Daun direbus hingga cairannya tinggal 1 gelas, Diminum setiap jam
Gangguan pencernaan:
Daun seribu ditumbuk halus 1 sendok makan; Madu 1 sendok makan, Keduanya diaduk menjadi satu, Sehari minum 3 kali; tiap kali minum 1 cangkir; setiap hari hendaknya makan buah pepaya.





Daun Sirih

sirih.jpg

DAUN SIRIH

Nama latin: Piperbetie L.

Nama daerah: Sirih; Suruh

Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.

Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino

Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik

Nama simplesia: Piperis Folium


Resep tradisional:
Kaki bengkak:
Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur.
Keputihan:
Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari.
Malaria:
Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap).
Napas/mulut bau:
Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml.
Nyeri sendi:
Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri.
Pendarahan hidung(mimisan):
Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung.
Radang mulut:
Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml.
Suara parau dan Batuk:
Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.


Daun Wungu

daunungu.jpg

DAUN WUNGU

Nama latin: Graptophyllum pictum (L.)Griff.

Nama daerah: Daun putri; Demung; Tulak; Puding; Daun ungu

Deskripsi tanaman: Tumbuhan perdu, tinggi lebih kurang 8 meter. Daun berbentuk lonjong, berhadapan, berlendir. Bunga berbentuk bintang, keluar dari pucuk daun, kelopak bunga besar dan berbentuk daun, warna putih.

Habitat: Tumbuh di dataran rendah sampai 1250 m dpl, sebagai tanaman hias atau tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Lendir; Alkaloid; Steroida; Tanin

Khasiat: Diuretik; Laksatif

Nama simplesia: Graptophylli Folium

Resep tradisional:
Demam:
Daun wungu segar 7 helai; Rimpang temu lawak 5 keping; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.
Wasir:
Daun wungu segar 7 helai; Daun duduk 7 helai; Menyan madu 1/2 sendok teh; Norit 1/2 tablet; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali tiap kali 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.
Bisul:
Daun wungu beberapa helai; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bisul atau bagian kulit yang bengkak.





Cabai Jawa

cabaijawa.jpg

CABAI JAWA

Nama latin: Piper retrofractum Vahl

Nama daerah: Cabe jawa; Cabe alas; Cabesulah; Cabean; Cabe dhawa; Cabai solah; Cabia; Cabe ongghu; Lada panjang

Deskripsi tanaman: Tumbuh-tumbuhan memanjat menahun, panjang batang sampai 10 meter. Batang mengeras menyerupai kayu, tiap ruas (nondus)keluar akar lekat. Daun bulat memanjang dengan bagian dasarnya berbentuk jantung, ujungnya meruncing. Bunganya berkelamin tunggal yang tersusun dalam bulir dan tumbuh tegak. Bulir jantan lebih tegak daripada bulir betina. Buahnya buni, sebelum masak berwarna hijau, keras rasanya pedas dan tajam (di pasaran dunia lebih bermutu dan disukai daripada yang telah masak), bila telah masak berwarna merah, lembek dan rasanya manis.

Habitat: Cocok ditanam di pekarangan dan di ladang yang tanahnya tidak lembab dan banyak mengandung pasir dengan ketinggian sampai 600 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Buah

Kandungan kimia: Minyak atsiri; Pipernia; Piperidina; Hars; Zat pati; Minyak lemak

Khasiat: Stomakik; Karminatif; Ekspektoran; Sudorofik; Diuretik; Kolagog

Nama simplesia: Fructus


Resep tradisional:
Gangguan pencernaan; Bronkhitis; Batuk; Asma; Ayan(epilepsi); Demam setelah melahirkan:
Buah mentah dan kering 6 g; Madu secukupnya, Buah cabe jawa ditumbuk halus lalu ditambahkan madu, Diminum setiap hari
Obat kumur; Kejang perut:

Daun cabe jawa 3 lembar; Air panas 1 gelas, Daun cabe ditumbuk lalu dicampur air, Untuk berkumur dan diminum atau ditelan untuk anti kolik




Cakar Ayam

cakarayam.jpg

CAKAR AYAM

(Selaginella doederleinii hieron )

Famili : Selaginella aceae

Daerah : Paku rane (sunda), tai lantuan (madura), Usia (ambon)

Asing : Scrawl ; Cina : Shi Shang Be

Sifat Kimiawi : Kandungan kimianya belum banyak diketahui.

Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker (anti neoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem). Pembersih darah, stomakikum. Dalam farmakologi Cina di sebutkan tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sifat hangat.

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman, pemakaian kering atau segar.
Cara budidaya :
Perbanyakan tanaman dg menggunakan stump. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.


Cendana

cendana.jpg

CENDANA

(Santalum album Linn )

Famili : Spermatophyta
Daerah : Cendana, Tindana, Sindana, Candana, Dana, Ayu luhi (Gorontalo)
Asing :
Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain – minyak terbang.
Efek Farmakologis : Sifat – berbau harum, anti radang, anti disentri, emenagogum.

Bagian tanaman yang digunakan : Kayu, kulit dan minyaknya.
Cara budidaya : Perbanyak tanaman dengan biji, cangkokan dan okulasi, pemeliharaannya mudah, pupuk dasar dan cukup air serta sinar.

Resep tradisional:

1. Gonore Virulenta : Kayu digiling dan ditambah air atau olesi dengan minyak cendana dan tempelkan ketempat yang sakit
2.
Emenagogum (pembersih haid) : kulir ditambah air, digiling, disaring dan minum airnya.


Ceguk

ceguk.jpg

CEGUK

Nama latin: Quisqualis indica L

Nama daerah: Dani; Udani; Wudani; Bidani; Kacekluk; Cekluk; Wedani; Saradengan; Tikao.

Deskripsi tanaman: Perdu merambat, panjang batang sampai 5 meter. Batang berkayu, bercabang-cabang, cabang muda berwarna hijau, berduri. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk bulir, terdapat di ketiak daun dan di ujung cabang. Kelopak berwarna hijau kekuningan. Putik berwarna putih sampai merah tua. Buah tergolong buah batu, biji kecil, pipih berwarna hitam. Akar tunggang.

Habitat: Tumbuh di dataran rendah dalam semak belukar dan sebagai tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Biji

Kandungan kimia: Trigonelina; Minyak lemak; Gom; Resin

Khasiat: Antelmintik; Tonik

Nama simplesia: Quisqualidis indicae semen


Resep tradisional:
Obat cacing
Biji ceguk 5 butir; Air 1 cangkir, Biji ceguk ditumbuk; kemudian direbus hingga 1/2 cangkir, Diminum 2 kali sehari.



Cerme

cerme.jpg

CERME

( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)

Famili : Euphorbiaceae

Daerah : Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis: Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin

Asing : Country gooseberry

Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain Daun, batang : Tanin, Saponin, flavonoida & polifenol. Kayunya : Tanin, Saponin, flavonoida, polifenol & alkaloid.

Efek Farmakologis : Daun cerme berkhasiat untuk urus-urus dan obat mual, akar untuk asma dan daun muda untuk sariawan. Sifatnya – anti inflamasi, anti radang, mencegah muntah. Biji dan akar merupakan “purgans” yang kuat.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun, Daun muda dan akar.
Cara budidaya :
Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan (jangan pakai pupuk kimia).

Resep tradisional:

1. Urus-urus : daun sebanyak sekitar 3 gr dicuci, dikeringkan, tumbuk halus dan seduh dengan 1/2 gls air matang, dinginkan dan minum semuanya.
2. Mual : Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
3. Asma : beberapa akar kering (1 gr) digiling halus, seduh dengan air panas, minum (hati hati karena akarnya agak beracun)
4. Sariawan : seperti no. 2
5. Bubulen : akar segar ditumbuk dan tempelkan ketempat yang sakit
6. Kegemukan : minum teh daun cerme yang dikeringkan, penggunaan harus terbatas dan jaga efek samping.




 

Blogger news

Blogroll

About