About

Pages

Minggu, 21 November 2010

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Jam Demi Jam

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang
melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum, "Tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" ,tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: "Tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata, "Tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu
bertanya lagi. Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk
menjawab, "Mmm.. mungkin bisa, nak."

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat
untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata, "Nah, kalau itu pasti bisa, nak."

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata, "Kalau begitu ayah, aku mau
memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?"

20 Tanda Cinta

CINTA ......???... ..
Jika ada seseorang mengatakan kepada orang yang ada dihadapannya: "Saya
mencintaimu !" apakah lantas orang tersebut percaya begitu saja tanpa bukti yang nyata?

20 tanda dan bukti cinta Ibnu Qoyyim menyebutkan ada 20 tanda dan bukti cinta:

1. MENGHUNJAMKAN PANDANGAN MATA
Pandangan mata seorang pecinta itu hanya tertuju pada orang yang dicintai.

2. MALU-MALU
Jika orang yang dicintai memandangnya, maka dari itu didapati seorang
pecinta hanya bisa memandang kebawah, kepermukaan tanah, disebabkan
rasa sungkannya terhadap orang yang dicintainya.

3. BANYAK MENGINGAT ORANG YANG DICINTAI
Membicarakan dan menyebut namanya.

4. TUNDUK Kepada Perintah Orang Yang Dicintai Dan Mendahulukannya
Daripada Kepentingan Diri Sendiri.

5. BERSABAR menghadapi gangguan orang yang dicintai, yaitu bersabar
dalam menghadapi kedurhakaan dan bersabar dalam melaksanakan keputusan
orang yang dicintai.

6. MEMPERHATIKAN perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya.
7, MENCINTAI TEMPAT DAN RUMAH SANG KEKASIH
8. Segera MENGHAMPIRI yang dicintai, kesibukan yang lain ditinggalkan
dan menyukai apapun jalan yang bisa mendekatkan dirinya dengan orang
yang dicintai.
9. MENCINTAI APAPUN YANG DICINTAI SANG KEKASIH

10. JALAN YANG TERASA PENDEK -padahal panjang- saat mengunjungi sang
kekasih.

11. SALAH TINGKAH jika sedang mengunjungi orang yang dicintai atau
sedang dikunjungi orang yang dicintai.

12. KAGET dan gregetan tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai
atau tatkala mendengar namanya disebut.

13. CEMBURU kepada orang yang dicintai, cemburunya akan bangkit jika
kekasihnya dijahati dan dirampas haknya.

14. BERKORBAN apa saja untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai.

15. MENYENANGI apa pun yang membuat senang orang yang dicintai

16. SUKA MENYENDIRI.

17., TUNDUK DAN PATUH kepada orang yang dicintai.

18. HELAAN NAPAS YANG PANJANG DAN KERAP.

19. MENGHINDARI hal-hal yang merenggangkan hubungan dengan yang
dicintai dan membuatnya marah.

20. adanya KECOCOKAN antara orang yang mencintai dan yang dicintai
Jika tanda dan bukti cinta itu telah ada maka yang perlu dipertanyakan
ditujukan untuk siapakah perasaan cinta itu.

Mencintai Dalam Keheningan

Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan.
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan “apa kabar...”
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya “apakah aku cukup pantas?”
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.
Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 1 tahun.
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan “Aku mencintaimu”
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan “aku baik – baik saja”
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..
Bahwa mencintai seseorang itu seperti memanggul sebuah salib.
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan “Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja”
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Saya sadar ini adalah sebuah salib yang harus saya pikul.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.
Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam
.

Sabar Menghadapi Cobaan

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.

Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.

Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke "orang pintar" agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke "kursi" yang lebih empuk?

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?

Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.

Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, "Yah.. Sabar kan ada batasnya." Atau lidah kita berseru, "Sabar sih sabar..
Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?" Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenar an yang ia ciptakan sendiri.

Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?

Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?

Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?

Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan "hadiah" yang setimpal di hari penghakiman nanti.

Sudah siapkah kita menerima "hadiah" yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?
.

Belajar Mencintai

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
.

Minggu, 15 Agustus 2010

Wedang ublek


bahan:

800 ml santan dari 1/2 butir kelapa

200 ml santan dari 1/4 butir kelapa

150 gram gula merah, disisir halus

100 gram jahe, dimemarkan

150 gram kelapa muda, dikeruk lebar

3 kerat roti tawar, dipotong kotak 2 cm


cara membuat:

1. Rebus santan encer dan gula merah hingga larut, saring.

2. Masukkan jahe dan santan kental, masak sambil diaduk hingga mendidih.

3. Masukkan kelapa keruk, angkat lalu sajikan hangat dengan roti tawar.



untuk 6 porsi

Wedang tape


Kalo lagi hujan enaknya ngapain ya? Pastinya menyantap makanan dan minuman yang hangat. Supaya badan jadi hangat, coba deh buat minuman Wedang Tape, dijamin masuk angin dan kedinginan juga akan segera pergi.

Bahan:

100 gram jahe, memarkan
100 gram kolang-kaling (di ganti dengan Dawet juga enak lho..)
100 gram buah nangka (di iris sesuai selera)
100 gram tapai singkong manis (kalo tidak ada, juga tidak apa2)
50 gram tapai ketan hijau
250 gram gula merah, sisir halus
250 gram santan kental
3 cm kayu manis
2 batang serai, memarkan
50 gram gula pasir
2 lembar daun pandan
500 cc air

Cara Membuat :

  1. Rebus air, jahe, serai, daun pandan, gula merah, kayu manis hingga mendidih. Masukkan kolang kaling, irisan nangka ,gula pasir (sesuai selera). Masak hingga gula larut. Biarkan dingin. Angkat kolang kaling, iris tipis memanjang, sisihkan
  2. Panaskan kembali hingga mendidih
  3. Masukkan potongan tapai singkong, tapai ketan, irisan kolang kaling ke dalam gelas
  4. Tuang air jahe
  5. Tuangkan santan kental
  6. Hidangkan selagi hangat (untuk 3 Porsi)

wedang plum

wedang plum


Bagi penggemar wedang, variasi wedang berikut patut di coba. Terbuat dari manisan plum yang biasa di jual di supermarket dalam kemasan karton kecil.

Bahan – bahan :
50 gr manisan plum, dipotong- potong
5 batang serai, di memarkan
50 gr gula merah
50 gr gula pasir
1 cm kayu manis
600 ml air

Cara Membuat :

  1. Rebus semua bahan diatas api kecil sampai kental.
  2. Saring lalu sajikan hangat.

Untuk 2 gelas.

wedang sereh


lain untuk memasak, ternyata Serai/Sereh bisa dijadikan minuman yang tak kalah nikmat. Kandungan citronella-nya membantu menenangkan dikala stres melanda. Sereh juga bisa jadi obat yang dapat menyembuhkan masuk angin, demam, pilek, dan membuat efek bau badan harum. Wah… patut dicoba nih ^_^


wedang sereh

Bahan:
3 btg Sereh ambil batangnya saja
500 ml air
3 lembar daun jeruk
Gula batu, atau gula aren, atau gula pasir secukupnya

Cara membuat:

1. Sereh dimemarkan bagian bonggolnya.
2. Rebus air hingga mendidih, masukkan sereh, dan daun jeruk lalu rebus selama 10 menit. Angkat.
3. Beri gula batu / gula aren/ gula pasir secukupnya, aduk rata.
4. Sajikan hangat.
Jika suka bisa ditambahkan teh celup.

Selamat mencoba. :)

Selasa, 27 Juli 2010

SELEnDANG MAyaNG






90gr tepung sagu aren
60gr tepung beras
1sdt garam
400ml air daun pandan suji
600ml air


Sirup :
1000ml santan
3lbr daun pandan suji
1/2sdt garam
500gr gula merah, iris-iris
700ml air

Cara membuat :
1. Campur tepung sagu aren, tepung beras, garam, air daun pandan suji dan air, aduk sampai tepung larut.
2. Masak larutan tepung sambil terus diaduk sampai adonan menggumpal dan matang.
3, Angkat lalu tuang dalam wadah, dinginkan. Setelah dingin, potong-potong selendang mayang sesuai selera.
4. Rebus gula merah, santan , garam dan air sampai gula larut. Angkat dan saring, dinginkan.
5. Tuang sirup gula merah secukupnya , beri selendang mayang , santan, dan es batu

Resep minuman sehat es pisang susu Rempah


Sudah Jenuh dengan minum susu yang itu-itu saja, tidak ada salahnya mencoba sajian Resep Minuman Sehat Es Pisang Susu Rempah Rempah sebagai variasi sajian minuman khas indonesia.

Kategori : Minuman
Penyajian : untuk 2 orang

Bahan Pembuatan Es Pisang Susu Rempah Rempah :

* 3 buah pisang, jenis apa saja
* 1 gelas susu
* 1 batang cokelat, parut kasar
* pala bubuk secukupnya

Cara membuat Es Pisang Susu Rempah Rempah:

1. Kupas pisang, masukkan ke dalam plastik, bekukan selama 6 jam.
2. Setelah pisang beku, potong-potong.
3. Tambahkan susu dan pala, blender hingga halus.
4. Segera tuang ke dalam gelas.
5. Hidangkan segera dengan taburan parutan cokelat.

resep: Chef Haryo Pramoe
foto: Ahmad Fadilah
penyusun: Erwin Kuditawati

Kamis, 22 Juli 2010

Nasi Bumbu


Bahan:

500 gr beras, cuci bersih dan tiriskan
2 sdm minyak gorenG
½ ekor ayam, potong 8
4 btr cengkih
1 potong kayu manis ukuran 3 cm
1 btg serai, memarkan
2 lbr daun salam
750 ml santan cair
3 btr telur ayam, rebus dan kupas
2 bh kentang, kupas dan belah empat

Haluskan:
2 sdm ketumbar
1 sdm jintan
2 cm jahe
2 cm kunyit
garam secukupnya

Cara membuat:

Kukus beras sampai setengah matang, angkat. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harus, masukkan ayam, dengkih, kayu manis, serai dan daun salam. Aduk dan tuangi santan.
Masak sampai ayam lunak, masukkan beras yang setengah matang dan aduk sampai kuah teresap. Campur telur rebus dan kentang, kukus samapai matang.
Angkat dan hidangkan.

Nasi Kebuli


Bahan:

500 gr beras, cuci dan tiriskan
50 gr ketan, cuci dan tiriskan
1 liter santan cair
1 sdm garam
2 cm kunyit, iris halus
1 sdt merica
1/2 sdt jintan
1/2 sdt pala halus
1 batang kayu manis
1 buah sereh, ambil bagian putihnya dan memarkan
1 cm jahe, memarkan
2 lembar daun jeruk
2 lembar daun pandan
1 lembar kain muslin (kain kasa tipis)

Cara membuat:

Masak beras dan ketan dengan 250 ml santan hingga setengah matang. Rebus sisa santan dengan kunyit hingga mendidih. Hati-hati jangan sampai santan meluap. Buang kunyit. Taruh semua bumbu2 (kecuali daun pandan) dalam kain muslin dan ikat kuat. Masukkan bungkusan bumbu dalam santan bersama campuran beras dan ketan. Masukkan juga daun pandannya.Masak hingga santan habis terserap. Buang bumbu dalam bungkusan dan daun pandan. Pindahkan nasi kedalam kukusan dan kukus hingga matang. Angkat dan sajikan dengan ayam goreng dan lauk lainnya yang digemari.

Nasi Tim


Bahan:

3 sdm minyak goreng/minyak ayam
3 siung bawang putih, memarkan
1 ekor ayam potong-potong 20 bagian
1 sdt kecap asin
500 gr beras, cuci dan tiriskan
1 liter kaldu ayam
1 batang daun bawang, iris tipis

Kuah:

1 sdm margarin / minyak goreng
2 siung bawang putih, memarkan
1250 ml kaldu ayam, campur dengan satu blok maggie
1/2 sdt merica
1 sdt kecap asin
garam secukupnya

Cara membuat:

Tumis separuh bawang putih dengan 2 sdm minyak hingga harum. Masukkan ayam dan kecap asin dan aduk rata. Masak hingga ayam setengah matang. Angkat dan sisihkan.
Panaskan kembali wajan, dan tumis sisa bawang putih hingga harum. Masukkan beras dan aduk hingga beras tercampur dengan bawang dan minyak dan agak mengembang.
Siapkan mangkok tahan panas dan tuang adonan beras hingga 1/3 penuh dan masukkan 1 - 2 potong ayam. Tuang dengan larutan kaldu blok hingga penuh dan kukus hingga matang dengan api sedang selama kurang lebih 1 jam.

Siapkan kuahnya : Panaskan margarin dan tumis bawang putih hingga harum, lalu masukkan larutan kaldu, merica dan kecap asin. Tambahkan garam bila perlu. Masak hingga mendidih.

Sajikan nasi tim bersama kuahnya yang sudah ditaburi irisan daun bawang.

Catatan: Untuk mendapatkan minyak ayam, sangrai lemak ayam dalam api besar hingga keluar minyaknya

Nasi Ulam


Bahan:

400 gram nasi putih
150 gram kelapa muda, diparut kasar
3 sendok makan minyak goreng

haluskan:

4 siung bawang putih
3 buah cabai rawit
50 gram ebi, direndam sebentar
1 sendok makan ketumbar
½ sdt merica
1½ sdt garam

Pelengkap:

telur dadar, diiris tipis
ketimun, dipotong-potong
daun kemangi
bawang goreng

Cara membuat:

Sangrai kelapa hingga kering dan kecokelatan, angkat lalu haluskan.
Tumis bumbu halus sampai harum.
Masukkan kelapa sangrai dan nasi, aduk hingga bumbu terserap.
Angkat lalu hidangkan dengan pelengkap.

Nasi Uduk

Bahan:

500 gr beras, cuci dan tiriskan
850 ml santan cair
1 1/2 sdt garam
2 lembar daun salam
1 batang sereh, ambil bagian putihnya dan memarkan

Cara membuat:

Kukus beras hingga setengah matang.
Didihkan santan bersama garam, daun salam dan sereh. Hati-hati jangan sampai meluap. Angkat.
Masukkan segera beras yang masih panas dan setengah matang kedalam santan. Aduk rata hingga santan terserap habis. Angkat. Buang daun salam dan serehnya.
Kukus kembali hingga beras matang.
Sajikan dengan dengan menaburkan emping goreng, bawang goreng dan sambal kemiri.


Rabu, 28 April 2010

Keripik Renyah Ubi Kayu

Keripik Renyah Ubi Kayu (Cassava)

PENDAHULUAN
Keripik renyah ini merupakan keripik ubi kayu yang berstektur lebih renyah dari keripik sanjai. Pembuatan keripik ini lebih rumit dibanding keripik sanjai. Berbeda dengan keripik sanjai, semua jenis ubi kayu dapat dijadikan keripik renyah. Umbi diiris,kemudian direndam didalam larutan kapur, kemudian direbus, dikeringkan dan terakhir digoreng. Tekstur keripik yang renyah diperoleh karena proses perebusan dan pengeringan. Keripik ini biasanya diberi bumbu garam, dan bawang putih.

BAHAN
  1. Umbi Ubi kayu.
  2. Kapur sirih.
  3. Garam.
  4. Bawang putih.

PERALATAN
  1. Alat Pengiris.
  2. Pisau dan talenan.
  3. Baskom.
  4. Panci.
  5. Wajan..
  6. Tungku kayu atau kompor.
  7. Peniris.
  8. Kantung plastik.
  9. Sealer listrik.

CARA PEMBUATAN
  1. Umbi diiris tipis, kemudian segera direndam di dalam larutan kapur jenuh selama semalam (12-24 jam). Larutan kapur jenuh dibuat dengan melarutkan kapur sirih sedikit demi sedikit sambil melakukan pengadukan di dalam 100 liter air sampai ada sedikit dari kapur yang dapat larut. Perendaman akan mengurangi kandungan asam sianitrat (HCN) umbi, permukaan irisan lebih putih, dan tekstur lebih lama. Setelah perendaman, irisan umbi dibilas dengan air bersih, kemudian ditiriskan.
  2. Sementara itu disiapkan air mendidih yang telah dibumbui (setiap 1 liter air ditambah dengan garam 1 gram dan bawang putih 20 gram). Ke dalam air mendidih ini dimasukkan irisan umbi. Tiga menit kemudian irisan harus segera dikeluarkan dan ditiriskan.
  3. Irisan umbi dijemur atau dikeringkan dengan alat pengirng sampai kadar air dibawah 15% dengan tanda berbunyinya irisan jika dipatahkan.
  4. Irisan umbi yang telah kering dapat disimpan sebelum digoreng, atau langsung digoreng. Dianjurkan irisan digoreng di dalam banyak minyak panas.
  5. Keripik yang telah digoreng ditiriskan sampai dingin, kemudian disimpan pada tempat tertutup rapat, atau dikemas didalam kotak karton.

KERIPIK KULIT KENTANG/UBI JALAR

Sekarang jangan lagi membuang kulit kentang dan kulit ubi jalar, terutama kulit ubi jalar berwarna, baik yang merah maupun ungu. Dalam kulit kentang tersimpan senyawa flavonoid, kulit ubi jalar merah kaya betakaroten, sedangkan kulit ubi jalar ungu banyak mengandung antosianin. Selain itu, kulit kentang maupun kulit ubi jalar mengandung serat kasar.

Paduan antara zat fitokimia flavonoid, betakaroten, dan antosianin dengan serat kasar dalam kulit kentang dan kulit ubi jalar berwarna bermanfaat mencegah sembelit, membantu menyerap kelebihan lemak dalam darah, dan menghalangi munculnya sel kanker. Lebih istimewa lagi jika kulit ubi jalar dimasak dengan cara digoreng. Adanya minyak goreng justru mempermudah penyerapan betakaroten dan antosianinnya.

Sebelum dikupas, cuci bersih kentang atau ubi jalar. Kumpulkan kulitnya, goreng dalam minyak banyak di atas api sedang hingga kulit kentang/ubi jalar kering dan renyah, angkat. Diamkan hingga minyak tiris dan panasnya berkurang. Untuk membuat keripik gurih, tambahkan garam bubuk dan bawang goreng. Jika suka pedas, bubuhkan cabai bubuk. Keripik manis kulit kentang/ubi jalar bisa dibuat dengan menambahkan gula bubuk.

MANISAN KULIT JERUK


Kota Bandung pernah populer dengan oleh-oleh khas yang tak ada di daerah lain, yakni manisan kulit jeruk bali. Kecuali dari kulit jeruk bali, manisan kulit jeruk sebenarnya bisa juga dibuat dari kulit jeruk lemon, jeruk nipis, maupun jeruk orange (Valencia Late Orange, Washington Navel Orange), jeruk grapefruit.

Potong-potong kulit jeruk berbentuk juring, rebus dengan api kecil selama 60 menit. Buang air rebusannya, tiriskan kulit jeruk, timbang. Siapkan gula pasir sama beratnya dengan berat kulit jeruk yang telah direbus. Taruh kulit jeruk rebus dalam panci, bubuhi air hingga terendam, tambahkan gula pasir. Rebus di atas api kecil sambil sesekali diaduk sampai sirup pekat.Angkat, biarkan kulit jeruk tetap terendam dalam sirup semalaman.

Esoknya, masak lagi di atas api kecil hingga sirup gula hampir habis. Keluarkan kulit jeruk dari sirup, hamparkan di atas nyiru, jemur hingga setengah kering. Potong-potong kecil panjang, masukkan dalam wadah tertutup. Agar tahan lama (1 bulan), simpan dalam lemari es.

Selain disantap sebagai kudapan, manisan kulit jeruk bisa dicampurkan ke dalam adonan cake. Terutama untuk menggantikan manisan jeruk sukade atau kulit jeruk parut. Selain memperkaya rasa, manisan kulit jeruk yang dicampur bersama manisan kering buah-buahan akan memperkaya cita rasa fruitcake.





 

Blogger news

Blogroll

About