About

Pages

Minggu, 18 Oktober 2009

Hati-Hati Memilih Produk Suplemen!


Menjamurnya produk suplemen di Indonesia sering membuat konsumen menjadi bingung dan khawatir. Saat ini ada sekitar 3500 jenis produk suplemen yang diizinkan beredar di Indonesia. Sebenarnya konsumen tidak perlu terlalu khawatir, karena suplemen adalah produk yang relatif aman karena hanya berisi kandungan vitamin, mineral dan asam amino.




Selain itu, di Indonesia suplemen dikategorikan sebagai 'produk farmasi', jadi harus diproduksi oleh perusahaan farmasi yang memenuhi syarat Good Manufacturing Process (GMP), yaitu standar internasional dalam pengawasan produk farmasi, sehingga seharusnya tidak sembarang produk suplemen bisa dipasarkan di Indonesia.
Namun, walau suplemen tergolong jenis produk yang aman, tetap saja penggunaan suplemen yang tidak tepat dapat berakibat buruk pada kesehatan. Sebetulnya, tidak semua orang membutuhkan produk suplemen. Kebanyakan orang menggunakan produk ini pun karena tergiur oleh bunyi iklannya, tanpa menelaah lebih lanjut kegunaan suplemen itu sendiri. Dalam gaya hidup modern yang serba cepat, pemenuhan gizi dari makanan sehari-hari kerap terabaikan, dan orang sering kali
memanfaatkan produk suplemen untuk mensiasati kekurangan gizi tersebut.




Padahal, suplemen bukanlah makanan, melainkan sekedar pelengkap kebutuhan gizi sehari-hari. Sebagai pelengkap, suplemen tentunya tidak dapat menggantikan posisi makanan secara utuh, namun lebih bersifat 'penambal' kekurangan zat-zat gizi tersebut. Penggunaannya pun harus tepat dosis, tidak boleh berlebihan dan sebaiknya tidak berkekurangan.


Siapa Saja yang Membutuhkan Suplemen?

Yang paling membutuhkan suplemen adalah mereka yang memiliki pola makan yang tak teratur, sehingga asupan vitamin dan mineral berkurang. Juga pekerja keras yang tidak memiliki waktu berolahraga secara teratur. Selain itu, suplemen yang tepat bisa mempercepat proses penyembuhan bagi mereka yang baru menderita sakit berat.





Mereka yang bekerja di lingkungan yang rentan stres membutuhkan suplemen yang banyak mengandung vitamin B dan C. Karena jika tubuh dalam kondisi stres, vitamin B dan C cepat menguap, sehingga perlu dilakukan 'isi ulang'. Sedangkan bagi mereka yang kerap menyantap junk food atau fast food, dianjurkan mengkonsumsi suplemen yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Sebab, makanan siap saji biasanya banyak mengandung lemak dan karbohidrat, namun minim vitamin dan mineral. Asupan zat gizi yang tidak seimbang dalam makanan sehari-hari beresiko mendatangkan gangguan proses pencernaan.


Teliti Sebelum Membeli

Ungkapan di atas cocok bila Anda ingin coba menggunakan salah satu produk suplemen. Ada beberapa pertimbangan dalam memilih suplemen, antara lain :




1. Perhatikan kandungan dan kegunaan suplemen yang dijual dalam bentuk kemasan, dan sesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan Anda.

2. Produk suplemen vitamin A, D dan E paling baik dikonsumsi dalam bahan dasar minyak (misalnya, minyak ikan), sebab jenis vitamin ini akan kehilangan sebagian besar nilai gizinya apabila dikonsumsi dalam bentuk padat.

3. Suplemen vitamin D dan K sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk multivitamin, bukan dalam bentuk suplemen terpisah. Sebab, bila dalam bentuk terpisah, ada kemungkinan kelebihan dosis sehingga berakibat buruk bagi tubuh.

4. Bagi penderita alergi, pilih suplemen yang pada labelnya tertera : 'Tidak mengandung zat pengawet, zat pewarna, atau zat tambahan lain'.

5. Meskipun dijual bebas dalam bentuk individual, sebaiknya zat mineral dan asam amino dikonsumsi dalam formula kombinasi yang bisa dipastikan memiliki dosis seimbang untuk setiap unsurnya. Bila ingin mengonsumsi bentuk individual, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

6. Untuk menjamin keaslian produk, perhatikan bahwa setiap kemasan produk legal pasti mencantumkan nama produsen dan distributor (lengkap dengan alamat).

7. Ikuti ketentuan pemakaian yang tertera pada kemasan dan perhatikan tanggal kadaluwarsanya.





Bagaimanapun, asupan dari makanan sehari-hari yang memenuhi standar gizi tetaplah yang utama. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang membutuhkan zat gizi tambahan yang didapat dari produk suplemen. Tinggal Anda sendiri yang memperhitungkan, produk mana yang benar-benar dibutuhkan tubuh saat ini.

0 comments:

 

Blogger news

Blogroll

About