About

Pages

Selasa, 14 Juli 2009

Rahasia Sukses Terbesar


Banyak pembaca setia artikel-artikel saya yang menanyakan "apakah rahasia sukses terbesar" saya. Dari sepuluh tip sukses yang pernah saya tulis dalam bentuk artikel, satu yang terbesar adalah "memberi."

Mungkin kita pernah mendengar bahwa "hemat adalah pangkal kaya." Hal ini bisa jadi benar, namun "memberi adalah pangkal sukses." Apakah ini merupakan oxymoron?

Jelas kedengarannya memberi kesan ambiguous karena bukankah dengan memberi, kita semakin berkurang "kadar"nya? Hal ini seringkali juga kita dengar dari orang-orang di sekeliling kita, "kok kamu kasih tahu semua rahasia dapurmu?" Dan "jangan cerita soal itu dong, nanti mereka semua bisa mencontekmu lho."

Bagi saya, ini tidak benar sama sekali.

Buktinya, semakin banyak yang men-sharing informasi yang saya punya, semakin banyak berkat yang saya terima. Mengapa?

Pertama, tidak semua orang punya kemampuan yang sama. Dengan memiliki informasi yang sama, tidak semua orang bisa menjalanakan dengan cara dan kegigihan yang sama. Ini bisa terlihat di bangku sekolah, misalnya. Gurunya toh sama, buku-buku pelajarannya pun sama dan fasilitas di sekolah pun sama, namun hasilnya berbeda dari satu murid dengan yang lain. Selalu ada faktor "inside the box" yang masih merupakan misteri mengenai output yang beraneka ragam ini.

Jadi, untuk apa kawatir informasi yang kita berikan akan digunakan untuk "memukul" kita kembali? Ingatlah bahwa informasi yang sama, di tangan berbeda akan berbeda pula hasil akhirnya. Yah syukur-syukur bisa sangat berguna, jika tidak berguna pun bagi orang lain, dengan proses men-sharing saja, ini sudah merupakan suatu proses seleksi alam.

Kedua, dengan men-sharing informasi, kita meng-attract orang-orang dengan kemampuan yang sama untuk masuk ke dalam lingkaran kita yang paling dekat. "Law of attractions" sangat dapat diandalkan. Orang-orang yang mempunyai kemiripan sifat dan perilaku akan saling tertarik satu sama lain dan biasanya dengan sadar saling mendukung satu sama lain menuju destinasi yang serupa.

Orang-orang bermindset sukses biasanya tidak kawatir akan kompetitor karena mindset diri positif yang sangat kuat tertanam. Malah, "kompetitor" seringkali diajak berteman sehingga saling mendukung. Tidak ada rasa iri dan cemburu buta karena toh pada dasarnya setiap orang berbeda (punya market niche tersendiri), walaupun mindsetnya sama.

Ketiga, giving makes the world goes round. Dengan memberi (atau men-sharing), Anda tidak hanya berbuat sesuatu bagi penerima, namun Anda sendiri memperkuat kelebihan Anda yang disebarkan tersebut. Misalnya, ketika kita memberi uang kita kepada orang lain yang sangat memerlukannya untuk kepentingan humanis (sakit, hunger, etc.), maka uang mempunyai makna positif bukan hanya untuk sekedar hidup berkecukupan.

Contoh lainnya, dengan men-sharing informasi, sekecil apapun itu, kita membangun respek bagi diri sendiri karena dengan memberi berarti kita sangat menghargai kelebihan dan kelimpahan kita. Kepercayaan dan keyakinan diri kita bersinar berlipat ganda dengan memberi (atau sharing). Dalam tingkat consciousness berbeda, ini memberi legitimasi bagi alam bawah sadar kita akan keberadaan kita di dunia.

Nah, memberi sangat berarti bagi kesuksesan, bukan? Mari kita terapkan bersama.


0 comments:

 

Blogger news

Blogroll

About