About

Pages

Kamis, 06 Agustus 2009

Mengapa Elang Terbang Dan Kalkun Mengepakkan Sayap


Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah
burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua
teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk
melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.

Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang : "Mari
kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah
keroncongan nih!".

Elang membalas : "Kedengarannya ide yang bagus".

Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang
lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka
mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan
jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang
berdiri dekat dengannya, Sapi berkata : "Selamat datang, silakan
cicipi jagung manis ini".

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika
ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya.

Elang bertanya : "Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu
bagi
kami?".
Sapi menjawab : "Oh, kami punya banyak makanan disini.

Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan. Dengan
undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah.
Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.

Sapi menjawab : "Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami.
Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan".

Kalkun tambah bingung : "Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan
padamu semua yang ingin kamu makan?".

Sapi menjawab : "Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan
pada kami tempat untuk tinggal."

Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar
hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja
untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan
Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini.

Kalkun berkata pada Elang : "Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita
bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu
bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang
telah pernah bangun.Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu
bekerja untuk dapat hidup."

Elang juga goyah dengan pengalaman ini : "Saya tidak tahu tentang
semua ini.Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan
semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu
tanpa imbalan.
Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi
langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat
bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan
hal itu sebagai tantangan menarik".

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap di
mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan
bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya
begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi
setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun,
Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak
ketahui bagaimana kedepannya. Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun.
Dia makan semua yang ia inginkan. Di a tidak pernah bekerja. Dia
bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas.

Namun lalu suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan
bahwa Hari raya Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi dan
alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan
malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk
minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman
baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah
tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru
hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya.

Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama
menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan,
anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda.

Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus - Pepatah kuno




0 comments:

 

Blogger news

Blogroll

About